Tradisi dan Budaya_PROSESI MANOGAKKAN TIANG UMA GODANG PERSUKUAN DOMO RITUAL ADAT BUKTI KEBERSAMAAN
PROSESI MANOGAKKAN TIANG UMA GODANG
PERSUKUAN DOMO
RITUAL ADAT BUKTI KEBERSAMAAN
Jalinan kebersamaan antar anak kemanakan dan
ninik mamak terwujud jelas. “kami memiliki 24 empat datuk dibawah datuk ajo
malano”, terang imamm datuk rajo malano, penghulu adat suku domo kenegerian air
tiris.
Dalam tatanan persukuan, ujarnya, domo dikenegerian
air tiris termasuk ke dalam domo di ulak. “mendirikan rumah adat secara
bergotong- royong ini merupakan wujud kebersamaan antar anak kemenakan dan
ninik mamak,’’ lanjut H Ilyas HU SH Mhum, anggota DPRD kampar yang juga hadir
dalam prosesi adat tersebut.
Bangunan Uma Godang persukuan domo itu dibangun
atas bantuan pemerintah kabupaten kampar. Sebelumnya sudah dibangun dua rumah
adat. Sedangkan untuk rumah adat persukuan lainnya sudah diprogramkan
Sekda Kampar Drs. H Zulher MS yang juga hadir
dalam acara tersebut mengatakan di kabupaten kampar terdapat tiga unsur yang
saling berkaitan . “kita menyebutnya dengan tali bapiilin tigo atau tigo tungku
sajoangan,’’ tuturnya
Tiga unsur tersebut ujarnya adalah umara (unsur
pemerintah), ulama (unsur agama), dan ninik mamak (unsur adat). “bila bersatu
padu tiga unsur tersebut merupakan kekuatan yang sangat kuat dalam membangun
negeri ini,’’ kata Zulher
Tentang semangat kekeluargaan, persaudaraan,
dan kebersamaan, menurutnya merupakan ciri dan karakter khas masyarakat
kabupaten kampar. “kita mengenal istilah batobo, budaya gotong-royong tanpa
pamrih yang tumbuhl, melekat dan berkembang
ditengah masyarakat kabupaten kampar. Selayaknya skap batobo itu terus
kita pertahankan sebagai bagian dari bentuk budaya asli daerah kita,” ujarnya
Diantara semangat kebersamaan yang dimaksud
zulher tergambar ketika masyarakat secara bergotong-royong menegakkan tiang-tiang rumah adat persukuan.
Seutas tali untuk menegakkan tiang-tiang yang sudah dirangkai, menggambarkan
sifat dan sikap kebersamaan antar anak kemenakan, antar ninik mamak dan antar
anak kemenakan. “kebersamaan seperti ini yang mestinya kita aplikasikan dalam
kehidupan sehari-hari,”ujar Zulher disela-sela menarik tali ketika menegakkan
tiang-tiang rumah adat. ***
Sumebr: Riau Pos. Selasa 19 juli 2011 hal 23
Rewritten by : Radikal
Yuda
Ini buktinya Kampar itu Minang bukan Melayu
BalasHapusIni buktinya Kampar itu Minang bukan Melayu
BalasHapus